Live Rentang Kala: Lirih

Rentang Kala

Catatan Perjalanan, Pikiran, dan Jeda

← Kembali ke Beranda
Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Lirih

Malam...
Sungguh menjadi saksi bisu diatas segala kegalauanku.
Menjadi penetrasi bait-bait syairku yang lirih.
Menutupi segala kesengsaraanku yang pedih.
Amat sangat aku berkata ini.


Bintang berjatuhan, ingatku hanyalah moment amore.
Yang selalu menjadi dewi-dewi dalam kasus percintaan.
Pikirku hanyalah hayalan tak jelas belaka.
Yang selalu teragungi melebih sebuah kenyataan yang ada.
____________________
Jember, 13 september 2010...
Gubukku/1,618
Bagikan Tulisan Ini:

šŸ’¬ Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada tanggapan untuk tulisan ini. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tuliskan Komentar Anda:

Ikuti Penulis

Tautan berhasil disalin!