Catatan Harian, Opini, dan Pemikiran

Rentang Kala

Catatan Perjalanan, Pikiran, dan Jeda

Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Tak Ada Yang Lebih Zuhud Darimu!

Dirgahayu NKRI-ku, 68 tahun lamanya dirimu, Berteman dengan kain kasut Bersahabat dengan kayu kriput. Tertanggal 17 Bulan Agustus, Bul...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Di Antara

Tuhan, aku hanya hamba-Mu Di antara senang dan duka Di antara pahala dan dosa Di antara putih dan hitam Di antara siang dan malam Di an...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Kepada Malam

Indahnya dirimu, Malam. Aku ingin memelukmu, Malam. Menjadikanmu guling yang selalu menemani tidurku pada waktu malam. Menjadikanmu banta...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Di Angkringan Kota

  Aku sibuk dengan gitarku Kau sibuk dengan bonekamu Entah, kita sama-sama bersama Dalam keadaan yang berbeda Kau mencumbui b...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Mabuk Tuhan

Aku adalah abadi Aku abadi dalam keabadian pagi Aku abadi dalam keabadian siang Aku abadi dalam keabadian malam Tuhan.. Aku ingin mengg...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Dalam Malam

Dalam malam, Aku memalamkan tubuhmu dalam kegelapan malam, dan malam yang gelap. Malam-mu, me-malamkan aku. Dengan semalam-malamnya. T...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Kepada Engkau

Kepada Engkau aku tengkurap Kepada Engkau aku tidur Kepada Engkau aku terbangun Kepada Engkau aku bergerak             Kepada E...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Sepanjang Jalan di Merjosari

Sepanjang Jalan di Merjosari, Aku ingat dirimu sebagai jalan menuju dia yang menutupi aku-ku. Malang, 07 Desember 2012
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Potret-mu

Aku melihat wajahmu Yang satu, yang jauh Kemudian sinis melihatku Yang menelaah dirimu Alis-alismu bergurau canda Menyuruh mata untuk m...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Judul Sebuah Pos

Aku mendekati, seraya mendengkur keheranan Sayup lumut-lumut berselimut kemut, Ku emut setangkai tubuh semut, Hanya demi sebuah surat kus...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Hujan

Aku ingin mengutarakan sebuah curahan hati kepada-mu adalah; bahwa aku mulai tak bisa bersyair kepada-mu melampui batas kelam geme...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Pengagum Rembulan

Rembulanmu akan bersinar tak kepalang jika Ego telah melewati intuisi perennial. Semakin tinggi, dan akan semakin rendah. Bintang akan ter...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 2 komentar

Siung Hamba Wahai Malam, aku mengagumimu karena kau “adalah” Dalam bahasa yang berbeda, yang tak sampai aku pahami Biarlah apa menjadi m...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Malam Pesing

Garis edar bulan mengernyit Suing jala-jala roda meledak-ledak Petuah jalan menggernyit, bungkam! Suntuk, menggelegar dada, Ren...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Seraup Bisu

Andai, percikan api bisa mengubah sebuah kebisuan. Rumpun air tak akan membiaskannya. Andai, gelombang ombak mengubah sebuah kebisuan. Pula ...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Aku dan Siapa...??

Aku Aku tak tahu harus dimulai dari mana? Perbincangan tentang aku ini. Aku seakan tak aku. Aku bertanya kepada aku, ”Untuk apa aku dihidup...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Sikap itu...

Setelah menyimak Diantara Bidadari-bidadari Aku terlelap berabad-abad Tercebur dikesunyian Ombak-ombak Bermimpi diselaksa Tengkorak-tengko...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Kasidah Maulid

Angin sampaikan salamku atasnya Lewat deru nafasku yang tak jemu-jemu memulyakannya. Air sampaikan juga salamku atasnya Lewat deru ombakm...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Wahai Nabi

Sungguh tak bisa dinilai dengan angka-angka, dan kata-kata kemulyaanmu, wahai Nabi Pohon yang sebelumnya berdiri dengan mengahnya,  terlalu ...
Antologi Puisi Oleh: Isomuddin Rosyidi Memuat... 0 komentar

Petualangan Hati

Tuhan, berlayar dengan segenggam tangan merintih kesakitan. Bersama manusia putih - putih, yang kemudian dilambaikan dengan otot - otot sya...
← Halaman Lebih Baru Halaman Terdahulu →
Tautan berhasil disalin!