Di Antara
Tuhan, aku hanya hamba-Mu
Di antara senang dan duka
Di antara pahala dan dosa
Di antara putih dan hitam
Di antara siang dan malam
Di antara ada dan tiada
Di antara aku dan dia
Di antara tubuh gersang
Di antara mata yang rabun
Di antara hati yang pengap
Di antara semua.
..
Semoga Engkau masih menganggapku hamba-Mu, Tuhanku. Amin.
Orgasme 93, 16 Juni 2013
Kepada Malam
Indahnya dirimu, Malam.
Aku ingin memelukmu, Malam.
Menjadikanmu guling yang selalu menemani tidurku pada waktu malam.
Menjadikanmu bantal yang selalu aku basahi setiap inci kulitmu dengan air surgaku, Malam.
Malam
Aku ingin memejamkan mataku,
Untukmu saja, Malam.
Bersama bintang sebagai nyamuknya
Dan komet yang menjadi cicaknya.
Malam
Aku ingin sekali mendekati-mu,
Merayu-mu
Untuk menjadi kekasihku
Malam hari ini saja.
Malang, 05-05-2013, jam 11.33 PM.
Di Angkringan Kota
Mabuk Tuhan
Aku adalah abadi
Aku abadi dalam keabadian pagi
Aku abadi dalam keabadian siang
Aku abadi dalam keabadian malam
Tuhan..
Aku ingin menggurui-Mu tentang malam
Aku ingin menesehati-Mu tentang kekekalan
Aku ingin menjadikan Engkau budak malam gelap
Tapi apalah dayaku..
Aku adalah makhluk-Mu
Aku adalah manusia-Mu
Aku adalah tabiat-Mu
Aku adalah sifat-Mu
Aku adalah wajah-Mu
Aku adalah kelakuan-Mu
Aku adalah hakikat-Mu
Aku adalah pikiran-Mu
Aku adalah mata-Mu
Aku adalah rasa-Mu
Aku adalah mulut-Mu
Aku adalah hati-Mu
Aku adalah kekekalan-Mu
Aku adalah kefanaan-Mu
Berilah hamba waktu untuk berpisah dengan-Mu,
Untuk bermain-main dengan selain diri-Mu.
Menghamba kepada pagi
Menghamba kepada malam
Untuk menyelami kedalaman yang dalam
Untuk menyelami ketiadaan dan keberadaan-Mu
Dengan pena dan kertasku
Dengan hati dan pikiranku
Untuk bertemu dengan keberadaan-Mu.
Malang, tanggal 13 bulan April tahun 2013
Ketika "Mabuk Tuhan"
Dalam Malam
Dalam malam,
Aku memalamkan tubuhmu
dalam kegelapan malam,
dan malam yang gelap.
Malam-mu, me-malamkan aku.
Dengan semalam-malamnya.
Tanpa tahu, bahwa itu adalah setengah malam.
Bukan malam penuh.
Malam ini melelahkan
Karena sampai malam ini, engkau masih saja menganggap ini "Siang".
Malang, 06 April 2013
Kepada Engkau
Sepanjang Jalan di Merjosari
Sepanjang Jalan di Merjosari,
Aku ingat dirimu sebagai jalan menuju dia yang menutupi aku-ku.
Malang, 07 Desember 2012
Potret-mu
Aku melihat wajahmu
Yang satu, yang jauh
Kemudian sinis melihatku
Yang menelaah dirimu
Alis-alismu bergurau canda
Menyuruh mata untuk mengkerut
Pula menyeret bibir untuk melebarkan tubuhnya
Untuk bermain-main denganku
Aduuh.. aku melihatmu sendiri
Membisu, Tengkurap
Bajumu tak pernah berganti
Itu-itu saja.
Lukisan-mu, Potret-mu..
Malang, 23-11-2012
Judul Sebuah Pos
Aku mendekati, seraya mendengkur keheranan
Sayup lumut-lumut berselimut kemut,
Ku emut setangkai tubuh semut,
Hanya demi sebuah surat kusut.
Semut-semut berkerubut
Emosi semakin kalut
Tertimbun penyakit-penyakit akut
Kutukan-kutukan sangat maut.
Bila rasa ini kau rajut
Aku akan manut
Bila rasa ini cenat-cenut.
Pastikan, aku pasti menunggu Judul sebuah Pos darimu.
Malang, 21-11-2012
Hujan
Aku ingin mengutarakan sebuah curahan hati kepada-mu
Al_faqier
Pengagum Rembulan
Rembulanmu akan bersinar tak kepalang jika Ego telah melewati intuisi perennial.
Semakin tinggi, dan akan semakin rendah.
Bintang akan terkapung-kapung ketika melihat keanggunan Rembulan yang sombong, waktu itu.
Entah, bagaimana cara meluluh lantakkan kesombongan itu.
Sedimikian rupa,
Jagat bisa sempurna, tapi akan lunglay tanpa Rembulan dalam dekapannya.
Entah kuasa Tuhan begitu besar.
Tapi hanyalah bayang-bayang yang akan mengintai, terkadang.
Jika kata-kata tak mampu menggubris keadaan Rembulan itu.
Simpel saja, mampukah kau menjadi Rembulan yang menguasai seantero angkasa itu?
Entaaaaaaaaaaaaaaah..
Malang, 26/10/2011
Malam Pesing
Seraup Bisu
Aku dan Siapa...??
Aku pun menjawabnya, ”Kau diciptakan agar aku bisa menjadi aku yang sebenarnya.”
Aku menyanggahnya, ”Tapi, kenapa aku sampai sekarang tak menjadi aku?”
Aku pun menjawabnya, ”Karena kau tak merasa menjadi aku sebenarnya.
Sikap itu...
Kasidah Maulid
Lewat deru nafasku yang tak jemu-jemu memulyakannya.
Air sampaikan juga salamku atasnya
Lewat deru ombakmu yang melentangkan suara gemuruh yang halus.
Tanah sampaikan juga salamku atasnya
dengan lambaian sentuhmu yang bisa menyenyakkan dia dalam tidurnya sekarang
Karena itulah kuasa yang kumiliki
Untuk membuktikan rasa yang cinta yang sangat mendalam
Dalam, yang aku sendiripun tak tahu sampai berapakah dalamnya
Wahai yang wahai.
Sungguh Esa Pencipta yang memberikan aku cinta yang begitu dan yang tak wajar ini
Tuhan semesta hati yang dirundung dalam cinta kasih nabi.
Sampaikan salamku atasnya.
Atas dan seluruh aku yang mengharap syafa’atnya....
_________________________
Alfaqier '93
Jember, 25 february 2010
Wahai Nabi
Petualangan Hati
Bersama manusia putih - putih, yang kemudian dilambaikan dengan otot - otot syaraf menegangkan.
Seorang manusia berucap, "Akulah persenyawaan, dan kau adalah tubuh dari persenyawaan itu".
Apakah Tuhan bersemayam dalam dirinya?
Berhimpun melambaikan kata -kata okta tak berirama.
Dan, sungguh tragis si Dia, dia menangis tersedu-sedu dan menutupi dirinya dalam rasa kegundahan dan kesedihan.
--------------------------
Malang, 03 February 2010
Al Faqier '93
