Hei, Kamu yang berada dalam naungan diriku
Janganlah kau terus cabik-cabik kebenaran ini
Kau sudah terlalu sering Memperkosa Idealismeku
Dengan 1001 kata manismu.
Hei, nasehatilah dirimu sendiri.
Dan teruslah begitu
Agar kau tahu juga apa hakekat kebenaran itu.
Bukan kebobrokan semata dirimu.
Maaf, aku terlalu lesu dan lemah
untuk mendengarkan nasehat-nasehat indah darimu.
sudah terlalu basi untuk aku masukkan kedalam sketsa otakku.
dan kau harus mengerti masalah itu.
Aku tahu sopan santun.,
mungkin juga dirimu
Tapi, sopan santunku itu berfikir dan berakhlaq
Tak seperti........???
_________________________
Malang, 07 - January 2011
Al_Faqier '93
Titik terhenyak
Bagikan Tulisan Ini:
š¬ Tanggapan Pembaca (2)
š¤
gugus
11 Januari 2011 pukul 04.09
š️
Hapus
kemma mak parak engkok komment..???
š¤
Isomuddin Rosyidi
16 Januari 2011 pukul 09.26
Maaf, bung...!!
Masih tahap awal dulu, nanti kalau sudah agak kelama'an pasti ada yang komentar, hehehe...!!
....
Masih tahap awal dulu, nanti kalau sudah agak kelama'an pasti ada yang komentar, hehehe...!!
....
Tuliskan Komentar Anda:
Klik emoji di bawah untuk menyalin langsung ke komentar:
Masuk dengan akun Facebook Anda untuk mengomentari.
Mendukung login Twitter/X, Facebook, Google, dan akun Disqus.